Restu Mirfana

Nama : Restu Maulana Irfan
Kelas : 2PA08
NPM : 19514098

PSYCHOLOGY AND THE INTERNET 

Jayne Gackenbach 

Chapter 3

Self Online : Personality and Demographic Implications


PENGANTAR

Seiring berjalannya waktu, internet telah merubah kebiasaan dari masyarakat dan secara tidak langsung telah memberikan pengaruh yang besar kepada diri kita dan juga orang lain. Internet membuat individu dapat merubah identitasnya secara tidak langsung, karena internet bukan merupakan komunikasi face-to-face atau langsung secara realitas. Namun bagaimanapun internet tetap memiliki dampak negative dan positif. Internet dapat membuat kemajuan pada diri kita namun bila penggunaannya salah maka akan menghancurkan diri kita sendiri.

Identitas bukan sesuatu yang hanya ada di dalam kepala kita namun juga kepribadian kita yang dapat dilihat sehari-hari, seperti jenis kelamin, daerah asal, dan status sosial ekonomi. Hal-hal tersebut memiliki dampak bagaimana kita berhubungan dengan internet dan bagaimana kita terkena dampak dari internet.


PEMIKIRAN BARU TENTANG IDENTITAS

Para psikolog percaya bahwa identitas atau kepribadian diri berasal dari factor biologis dan factor pengalaman yang kita alami selama hidup. Namun dalam ber-internet, individu dapat merubah dirinya menjadi seseorang yang berbeda. Individu dapat menampilkan identitas yang berbda dari identitas aslinya. Hal tersebut dapat menyebabkan Dissociative Identity Desorder. Hal tersebut terasa normal pada awalnya namun lama kelamaan kepribadiannya akan terasa membingungkan individu tersebut.

Bahkan terkadang ada yang lebih nyaman menampilkan dirinya dalam dunia internet dibandingkan secara langsung. Mereka dapat menampilkan emosionalnya secara langsung namun pada realita mereka kurang nyaman dalam berkomunikasi.

Bagaimanapun internet tetap memiliki dampak baiik karena dapat mengakses berbagai macam hal dan informasi dengan mudah.

Bila orang yang sedang online dan di realitasnya adalah orang yang berbeda maka hal tersebut dapat menyebabkan Psychologycal Distress. Terkadang media online juga dapat menyakiti hati orang dan menyebabkan hubungan terganggu.


SATU ATAU BANYAK ORANG: EKSPLORASI REMAJA

Identitas didapatkan dari biologis dan pengalaman. Namun pada saat remaja, identitas masih berubah-ubah sehingga belum memiliki identitas yang dominan. Identitas yang berubah-ubah terkadang mengganggu lingkungan sekitar pada realitanya. Namun memang dianjurkan bagi anak-anak untuk mencoba beberapa kepribadian, namun percobaan kepribadian bukanlah dianjurkan secara tidak langsung di media online melainkan secara langsung di realita.

Penelitian membuktikan bahwa  600 anak berumur 18 tahun mencoba kepribadian yang berbeda di dalam chat online.

Kebanyakan orang menampilkan dirinya di dunia online secara lebih cantik atau lebih macho. Mereka juga menunjukkan dirinya yang ekstrovert dalam dunia online. Hal tersebut menyebabkan terjadinya adanya dua kepribadian yaitu kepribadian online dan kepribadian offline.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan persepsi yang berbeda terhadap individu dari orang lain dan juga menyebabkan mereka sulit berkomunikasi secara langsung karena lebih menyenangi komunikasi online.

Namun bila kepribadian aslinya dan kepribadian onlinenya tidak berbeda jauh maka hal tersebut masih dikatakan baik.


Ekspansi diri atau rasa malu secara BERINTERNET

Banyak orang menemukan diri mereka bertindak dengan cara-cara tidak berkarakter online, karena fenomena yang disebut rasa malu .

Rasa malu didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengontrol perilaku impulsif , pikiran atau perasaan dan lainnya. orang berkomunikasi dengan cara yang mereka biasanya tidak akan melakukan saat tidak berinternet.

Pola komunikasi ini bisa positif atau negatif , contoh rasa malu online adalah kecenderungan untuk  diri yang menghasilkan orang merasa lebih mengetahui. seperti komentar sebagai marah atau kurangnya jujur dalam pengungkapan.


Enam alasan mengapa orang memperpanjang ekspresi emosional mereka untuk dirinya saat berinternet:

1. anonimitas Dissociative

Yang dianggap sebagai sendirian dan anonim dan diri offline yang berbeda dan terpisah. Karena internet terasa begitu virtual dan berbatas, itu tergoda untuk melihat "yang lain" tidak nyata.

2. Gaib

Anda tidak perlu khawatir tentang bagaimana Anda melihat saat chatting dengan seseorang secara online. Menganalisis petunjuk tekstual komunikasi tanpa nonverbal, bersandar berat pada yang berpikir seperti pikiran dapat menjadi percursor untuk kata-kata tertulis.

3. Asynchronity

4. introyeksi solipsistik

Teman secara online menjadi dimasukkan ke dalam satu dunia ontrapsychic. Seperti tokoh dalam mimpi kita, pikiran kita bangun termasuk cerita tentang berbagai orang. Bos adalah nyata tetapi pertukaran tidak. Teman online dapat mengambil status khusus dalam dialog internal kami bayangkan.

5. imajinasi Dissociative

Ini memberikan diri secara online kebebasan untuk melakukan hal-hal yang diri secara offline sangat mungkin tidak akan lakukan, seperti menggoda penghinaan atau bertindak agresif.

6. Minimalisasi status dan otoritas

Lapangan tampaknya tingkat ketika online, perbedaan otoritas diminimalkan dan menjadi mudah untuk membuat komentar jahat atau sarkastik melalui email yang tidak akan pernah berbicara tatap muka.


KEPRIBADIAN ONLINE

Kita adalah makhluk sosial dan kita berkembang o merasa terhubung dengan orang lain yang seperti kita.

 Studi terbaru dari mahasiswa kerentanan terhadap ketergantungan internet, penulis menemukan bahwa siswa yang pemalu lebih cenderung menggunakan internet secara kompulsif, yang mengarah ke gagal kelas dan akhirnya meninggalkan sekolah.

Anak-anak dan remaja bukan satu-satunya yang rentan terhadap isu-isu odentity online atau offline. Seperti yang kita usia, kita pasti mendapatkan rasa yang lebih jelas dari diri, tapi itu tidak berarti bahwa perspektif dewasa dari yang kita tetap statis sepanjang hidup kita.

Tidak mengherankan, mengingat pentingnya empiris dalam literatur kepribadian konstruksi ini, itu adalah karakteristik interverson dan keterbukaan yang telah dipelajari cukup banyak dalam hal efek internet.


INTOVERTS DAN EXTROVERT ONLINE

Disebut "studi paradoks internet" Penelitian ini awalnya menemukan bahwa penggunaan internet meningkat kesepian dan depresi pada sampel orang-orang yang menerima komputer gratis dan akses internet di hari-hari awal internet.

Mereka menemukan bahwa sejalan dengan kepribadian mereka, ekstrovert meningkatnya kontak sosial mereka dengan menjadi online, sementara introvert yang menggunakan internet secara ekstensif menurun kontak sosial. Hasil yang sama ditemukan dengan kesepian, ekstrovert menjadi tidak kesepian dengan penggunaan internet yang luas dan introvert menjadi lebih kesepian.


THE INFLUENCE OF AGE, ETHNICITY, CULTURE, AND POVERTY

Pengaruh dari Umur, Etnis, Budaya dan Kemiskinan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, kepribadian tidak terlalu berpengaruh dalam mententukan penggunaan internet, hal ini di karenakan seorang individu juga dipengaruhi oleh umur, etnis, budaya dan status ekonomi-sosial mereka

Pertama-tama adalah :

(Kaum tua) Elderly

Kaum tua (yang berumur diatas 65 tahun +) adalah kaum yang biasanya paling sedikit menggunakan internet namun pada akhir-akhir ini jumlahnya meningkat. Koten yang mereka akses pun bervariasi dan kaum tua dengan status sosial tinggi lebih cenderung sering on-line dibanding yang minoritas, serta kaum-kaum tua umumnya mengakses koten yang berhubungan dengan kesehatan fisik dan mental (seperti informasi medis, cara menghilangkan stress, hal-hal religius, dlln)

Socioeconomic Status and Culture (Status sosial ekonomi dan budaya)

Jumlah pengguna internet pada saat ini (di amerika utara terutama) mayoritas adalah laki-laki kelas menengah, norris dalam bukunya the digital divide (2000) mengatakan bahwa penduduk di area yang tingkat sosial ekonominya tinggi akan lebih banyak menggunakan internet.

Selain itu internet juga dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antar tempat yang berjauhan yang mana dapat memudahkan orang untuk menjalin komunikasi jarak jauh, mereka dengan kelas sosial tinggi akan cenderung individualis sementara mereka dengan kelas sosial menegah kebawah biasanya cenderung kolektif (berkelompok).

Catatan juga bahwa di beberapa negara seperti amerika yang dimana ras asfrika-amerika nya adalah minoitas menggunakan internet untuk memudahkan hidup mereka dalam berkomunikasi dan berusaha, sehingga angka penggunaan nya cukup tinggi meskipun mereka adalah minoritas.

Ethnicity

Menurut survey yang diadakan di amerika oleh NUA internet survey, etnis yang mendominasi penggunaan internet adalah caucasian (sekitar 87.5 miliar orang) dan sebagian besar bergender laki-laki. Menurut Badagliaco (1990) laki-laki cenderung memiliki pengalaman menggunakan komputer yang lebih baik dibanding wanita.

Sementara itu di sisilain, etnis africa amerika juga mulai banyak yang menggunakan internet karena mereka melihat peluang dalam internet agar supaya mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun di internet juga dapat menjadi tempat beredarnya hal-hal yang memiliki koten rasisme yang mana seringkali menjadi penyebab konflik antar etnis karena tidak adanya regulasi di internet yang hampir selalu di menangkan oleh kaum mayoritas.




DIRI SEBAGAI DEMOGRAFIS ONLINE

Psikolog perkembangan telah menunjukkan kepada kita bahwa salah satu elemen paling awal

dalam pembangunan kesadaran diri kita adalah jenis kelamin. Elemen yang juga penting dalam pengembangan diri adalah elemen dari usia, ras, budaya, dan status sosial ekonomi.

Pada tahun 1998, Morahan-Martin mencatat:

Ada kesenjangan gender dalam penggunaan Internet... dari masa kanak-kanak, anak laki-laki lebih berpengalaman dengan komputer dan memiliki sikap yang lebih baik terhadap komputer daripada perempuan. Perbedaan jenis kelamin dalam penggunaan komputer, pengalaman dan sikap serta budaya komputer dapat ditransfer ke penggunaan Internet dan sikap. Pada kenyataannya, budaya Internet ini dikembangkan oleh penggunanya awal, terutama laki-laki yang merupakan sorang ilmuwan, matematikawan, dan hacker komputer berteknologi canggih. Budaya ini dapat menyenangkan dan asing bagi perempuan.

Sementara Morahan-Martin berpendapat bahwa kesenjangan ini berlanjut hari ini, setidaknya dalam pola penggunaan (komunikasi pribadi, April 26, 2005), UCLA kelompok (Cole et al., 2003) melaporkan bahwa sebagian besar pria dan wanita sekarang menggunakan internet (73,1% dari laki-laki dan 69% dari perempuan).

Dalam hal ini, pola penggunaan internet bukanlah hal yang baru. Telepon ini awalnya digunakan untuk urusan pemerintahan provinsi dan untuk kebutuhan bisnis, tetapi oleh perempuan diperoleh kenyamanan dan keakraban dengan media, lalu internet semakin digunakan untuk laki-laki dengan tujuan-tujuan sosial. Sebuah laporan oleh Williamson di eMarketer (Mei 2005) menunjukkan bahwa dari tahun 2004, perempuan telah menjadi sebagian besar pengguna Internet Amerika Serikat (51,6%) dan tren ini diperkirakan akan terus menerus terjadi dan semakin berkembang. Perempuan telah menggunakan Internet untuk penggunaan dalam permainan, kesehatan konten dan musik, tetapi semakin mengalihkan konsumen untuk berbelanja online.


GENDER DAN PENGGUNAAN INTERNET

Kita mungkin akan berasumsi bahwa laki-laki tertarik dengan video game dalam penggunaan internet, dan dengan demikian, dapat ditemukan bahwa dalam perbedaan gender terdapat perbedaan dalam kemampuan seperti kemempuan spasial. Kemungkinan bahwa penurunan perbedaan-perbedaan ini adalah hasil, dalam hal ini adalah peningkatan komputer sebagai media dan akses ke Internet. Wanita menggunakan semua media komunikasi lebih banyak dari laki-laki. Hal ini yang terjadi dalam maraknya penggunaan internet.

Internet dapat menyatu ke dalam masyarakat kontemporer, keterampilan sosial biasanya yang dimiliki oleh wanita semakin diperlukan untuk Penggunaan internet yang efektif. Kebutuhan keterampilan sosial ini terutama terlihat dalam insiden disinhibition, sering disebut gejolak yang dilihat dalam beberapa komunikasi Internet.
Ch03.indd Gackenbach Ch03.indd 64 64 8/8/06 5:57:24 PM 5:57:24 PM

3 elemen yang mempengaruhi Online: Kepribadian, jenis kelamin, ras, dan implikasi SES 65

Perilaku yang kasar kurang mungkin terjadi ketika perempuan menjadi bagian dari siklus komunikasi. Beberapa menyarankan bahwa pengenalan "netiquette" dapat menjadi bagian yang dikaitkan dengan peningkatan jumlah wanita yang menggunakan internet.

Penelitian Mount menangani isu-isu gender dalam penggunaan Internet, tren telah diidentifikasi. Ono dan Zavodny (2003) ditinjau beberapa survey perbedaan jenis kelamin dalam penggunaan Internet dari tahun 1997 hingga tahun 2000. Mereka menemukan bahwa ketika mengendalikan untuk perbedaan sosial ekonomi, "wanita secara signifikan kurang mungkin dibandingkan laki-laki untuk menggunakan Internet sama sekali di pertengahan 1990an, tetapi kesenjangan gender ini menghilang pada tahun 2000. Namun, perempuan tetap kurang sering dan kurang intens dalam penggunaan Internet"(p. 111). Sejak laporan ini, orang lain terus memperhatikan perbedaan yang konsisten, dan hal yang kecil dalam perbedaan jenis kelamin dalam penggunaan Internet di seluruh dunia (Cole et al., 2003; Lebo & Wolpert, 2004). Selain itu, perbedaan gender dalam jenis penggunaan telah dilaporkan oleh beberapa kelompok, termasuk kelompok Pew (Rainie & Kohot, 2000). Mereka mencatat:

● 55% pengguna Internet mengatakan mereka pertukaran email telah memperbaiki koneksi mereka ke anggota keluarga-60% wanita menegaskan bahwa; 51% dari laki-laki mengatakan hal tersebut

● 59% dari mereka yang menggunakan email dengan anggota keluarga, mereka berkomunikasi lebih sering dengan anggota keluarga yang signifikan sekarang — 61% wanita mengatakan bahwa; 56% dari laki-laki mengatakan hal tersebut

● 66% pengguna Internet mengatakan email telah meningkatkan hubungan dengan teman-teman yang signifikan — 71% perempuan menegaskan bahwa; 61% pria mengatakan hal tersebut

● 60% dari mereka yang menggunakan email untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang signifikan lebih sering sekarang bahwa mereka menggunakan email— 63% dari perempuan menyatakan itu; 54% pria mengatakan hal tersebut

● 49% dari pengguna email mengatakan mereka akan merindukan email banyak jika mereka tidak lagi bisa menggunakannya-56% wanita mengatakan bahwa; 43% dari pria mengatakan hal tersebut

Kita mungkin menyimpulkan bahwa perempuan tidak boleh menggunakan Internet sebanyak laki-laki, tetapi mereka melakukannya, lebih untuk komunikasi. Namun, ini mutlak dan sangat kecil kemungkinan bahwa perbedaan akan menghilang.



GENDER DAN BERMAIN GAME

Penelitian telah menunjukkan bahwa bermain video game adalah prediktor kuat dalam penggunaan komputer dan Internet (Morahan-Martin, 1998). Meunier (1996) menunjukkan bahwa laki-laki cenderung lebih tertarik pada komputer daripada perempuan, fenomena ini berasal dari sosialisasi di dalam maupun di luar sekolah dan cara bermain yang berbeda preferensi dalam video game. Sebuah laporan tahun 2001 dari NUA Internet Gackenbach Ch03.indd 65 Ch03.indd 65 8/8/06 5:57:24 PM 5:57:24 PM 66 Jayne Gackenbach dan Heather von Stackelberg Survei menunjukkan bahwa penonton perempuan memang mencari game pengalaman:

● Wanita sekarang merupakan 50. 4% dari online gamer, meskipun laki-laki mewakili

55% dari total gamer.

● "Spotlight pada permainan: Kategori dan perangkat keras" studi menemukan bahwa

pria dan wanita memilih jenis permainan. Wanita yang cenderung

untuk memainkan permainan pertama-orang jujur (12%) dibandingkan laki-laki (38%).

● Wanita pilihan permainan papan atau kartu, dengan 78% , berbeda dengan 51% dari laki-laki. Kuis, trivia, dan berorientasi perjudian merupakan permainan yang juga lebih populer dengan perempuan.

Meskipun perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk bermain kebanyakan bentuk permainan elektronik ada beberapa yang mereka mainkan lebih sering. Jones et al. (2003) melaporkan bahwa perempuan lebih mungkin untuk bermain komputer (32%) dan permainan Internet (15%) daripada laki-laki (19% dan 12%, masing-masing) tetapi kurang kemungkinan untuk bermain video game (17% dari perempuan versus 53% laki-laki). Jadi, alasan untuk bermain berbeda sebagai fungsi dari jenis kelamin. Jones et al  Catatan bahwa wanita yang lebih mungkin untuk bermain karena mereka bosan sementara orang-orang bermain untuk bersenang-senang. Juga, perempuan itu "jauh lebih kecil kemungkinannya untuk percaya bahwa permainan meningkatkan hubungan mereka dengan teman-teman daripada laki-laki yang percaya"(Jones et al.,2003; Ms. 11).Ini diilustrasikan oleh Nielsen / / NetRatings (2004) studi terbaru yang ditemukan bahwa untuk gamer online 35 atau lebih, itu adalah wanita dan pria yang mendominasi. Namun, beberapa game online masih menunjukkan preferensi laki-laki. Sebagai contoh, Griffiths et al. (2003) dua survei yang sangat besar dari bermain permainan peran online (Everquest dan Allakhazam). Dengan hampir 18.000 responden pada pertanyaan tentang jenis kelamin, sekitar 85% adalah laki-laki. Goldstein (2003), dalam review di dalam literatur game, mencatat bahwa ini confound gender dengan bermain frekuensi telah menyesatkan peneliti di beberapa merekakesimpulan tentang hasil game. Hasil mungkin memiliki lebih berkaitan dengan gender perbedaan dari permainan bermain frekuensi perbedaan. Ini diilustrasikan di lain studi tentang bermain permainan peran online Dalam sebuah penelitian terkait dan bertentangan dengan asumsi umum, Anderson et al.(2003) ditemukan beberapa gender efek pada bagaimana kekerasan media mempengaruhi agresi. Mereka memperhatikan bahwa penelitian sebelumnya mengungkapkan perbedaan gender yang kuat, dengan anak laki-laki lebih terkena konten kekerasan dalam permainan daripada perempuan. Anak laki-laki yang ditemukan untuk menikmati kekerasan video game lebih dari anak-anak perempuan. Namun, kita tahu bahwa permainan desainer memenuhi karakter laki-laki dan kepentingan, dengan para pahlawan dan tindakan karakter selalu laki-laki. Penelitian sekarang menunjukkan perbedaan gender yang menarik: Perempuan umumnya lebih memilih fantasi kekerasan, sementara anak-anak lebih suka kekerasan manusia. Ini tentu saja, sesuai dengan preferensi bermain peran tradisional dan konsisten dengan perbedaan gender didalam penggunaan internet dalam bermain game yang disebutkan sebelumnya dalam bab ini.

 Beberapa individu  menekankan hak-hak sementara yang lain menekankan kelompok tanggung jawab .Barat , industri , dan internet-connected budaya , secara umum , cenderung kaya asia dan individualistic sementara , timur tengah , amerika selatan , dan afrika budaya , yang sangat sedikit persentase hubungan melalui internet , cenderung collectivist .Paling ekstrim individualis budaya adalah amerika serikat , dengan salah satu dari hubungan melalui internet tingkat tertinggi .Dengan demikian , internet refl ects sebagian besar keunggulan diri .Relatif terhadap media massal lainnya , di seluruh dunia , penyampaian yang terluas yang radio telah , tetapi hanya 40 % dari populasi dunia Dengan demikian , yang sangat kecil pengguna internet mewakili , jika influential , segmen dari populasi dunia .Massal lainnya internet adalah teknologi komunikasi itu mungkin mengabadikan kesenjangan antara yang berkecukupan dan have-nots .Dengan demikian , pertanyaan tentang

Di sebagian besar negara-negara lain, fi gure yang lebih rendah, laporan proyek sesuai dengan ini bangku gereja.Etnis yang etnis dari pengguna online juga mengubah, sebagai berikut hasil dari nua survei internet ( 2001 ) menunjukkan jumlah rumah para pengguna internet di pe.S. 33 % pada 2000 meningkat, dengan pertumbuhan online afrika amerika tugas memimpin bangsa.  menurut fi gures dari nielsen / netratings ( 2004 ), penduduk amerika afrika online meningkat 44 % untuk 8,1 juta antara desember 1999 dan desember 2000.  penggunaan internet di antara hispanik tumbuh sebesar 19 % menjadi lebih dari 4,7 juta orang, walaupun jumlah pengguna internet amerika asia mencapai 2.1 juta, peningkatan dari 18 %. etnis terbesar bule tetap memegang grup online, saat ini perhitungan untuk 87,5 juta dari rumah amerika pengguna internet.

netratings dikaitkan pertumbuhan penggunaan internet di kelompok etnis untuk penurunan biaya komputer dan murah akses internet. ( www.nua.ie ) terlepas dari peningkatan ini, internet tetap yang relatif lingkungan istimewa, dengan etnis, kelas, dan jenis kelamin terkait penggunaan internet dalam masyarakat kita.Misalnya, badagliacco ( 1990 ) menunjukkan bahwa etnis mempengaruhi komputer access, menggunakan, dan sikap.Dia menemukan bahwa, sama seperti manusia sudah lebih komputer pengalaman dan lebih menguntungkan sikap terhadap komputer dari memiliki wanita, maka putih mendapat kebanyakan serta hispanik yang paling sedikit tahun komputer pengalaman.Coley catatan ( 1997 ): untuk college-bound senior dari kelas 1996, pengolah kata paparan adalah orang yang paling sering jenis coursework atau pengalaman.Kelompok minoritas senior yang kurang biasanya memiliki kursus atau memiliki pengalaman dalam pengolah kata dan komputer melek aksara dan cenderung tidak menggunakan komputer di kursus bahasa inggris dan untuk menyelesaikan permasalahan di matematika dan ilmu pengetahuan.Sementara 85 % u.S. Sekolah ~

Sosial peran dan ketidaksetaraan online selama hampir 400 tahun setelah penemuan media cetak, kebanyakan eropa itu buta huruf.Itu hanya setelah datang wajib pendidikan dasar di abad mid-nineteenth yang kemampuan untuk membaca menjadi psikologis, sosial, dan nilai ekonomi.Sampai sangat baru baru ini, pada komputer adalah pendukung pribadi keberhasilan dalam masyarakat barat.Namun, di tingkat global, sosial tanah menggeser.Kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan akses internet telah memperoleh kemerosotan ekonomi dan moral memaksa.Sebagai sebuah masyarakat, kami mulai merasa bahwa kita harus tahu bagaimana menggunakan teknologi, dan kita entah bagaimana intelektual lemah jika kita tidak; intelektual kelambatan telah diambil pada yang hampir moral nada.Pada iklim ini, secara tradisional kelompok tidak mampu ( seperti perempuan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin ) punya dua kali lipat diffi itu tugas menguasai teknologi baru yang yang telah dikembangkan untuk dan masih dikendalikan oleh jenis kelamin, cohort, ras.

Beberapa orang mungkin akan tidak mampu .Dapat memperoleh hasil timbal balik orang-orang yang berbuat mengelola untuk mendorong melewati pintu-pintu privilege dan prasangka adalah rongga pada tertentu jenis kekuatan untuk mengubah lingkungan mereka sendiri .
Sumber : Jayne Gackenbach Psychology and Internet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEHATAN MENTAL MENURUT CARL ROGERS

TIPS TETAP SEHAT DI MUSIM HUJAN